Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Tuesday, September 07, 2010

Sebentuk doa untuk Ibu dan Bapak ku

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang


Ya Alloh, ya Robb

Sungguh aku telah banyak berhutang budi kepada kedua orang tuaku.

Dan aku tahu aku tak akan mampu membalas kebaikan mereka….


Ya Alloh, ya Robb

Hanya Engkaulah yang mampu membalaskan budi baik mereka

Maka aku memohon kepada-Mu ya Alloh

Sayangilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil

Ampunilah dosa dan kesalahan yang mereka perbuat semasa hidup nya

Lapangkanlah kuburnya

Lepaskanlah mereka dari siksa neraka.


Ya Alloh, ya Robb

Balaslah amal kebajikan yang mereka perbuat dengan pahala-Mu yang berlipat-lipat.

Berilah mereka kemuliaan dihadapan Mu


Ya Alloh, ya Robb

Masukanlah mereka kedalam surga-Mu yang mulia

Sungguh aku ridho dan ikhlas mereka mendapatkan surga-Mu


Ya Alloh, ya Robb

Kabulkan doa dan permintaanku ini,

Amiiin ya robballamiin.


Saturday, June 26, 2010

My Mid Year Note......


Sabtu - Juni 26, 2010,

Hari ini Bang Arif terima raport, kami menjemputnya dari asrama dan mengajaknya pulang ke rumah. Bang Arif adalah anak kami yang bersekolah di SMA - SLB C (sekolah luar biasa C) yayasan Nusantara, sehari-hari dia tinggal di asrama yayasan Nusantara - Depok, paling satu bulan sekali kami meminjamnya (istilah untuk libur dari dari asrama) pada hari Sabtu untuk tinggal dirumah dan hari Minggu malamnya sudah kami antar kembali ke asrama.

Buat yang ingin tahu bang Arif itu siapa bisa klik disini http://imamarkan.multiply.com/journal/item/33 http://imamarkan.multiply.com/journal/item/39.


Insya Allah dalam dua minggu ke depan bang Arif akan menghabiskan liburan sekolahnya di rumah, dan kami akan menjadi keluarga yang utuh lagi

Kami harus siap mendengarkan pertengkaran-pertengkaran kecil antara Aliya (anak kami yang bungsu) dan Bang Arif (dua-duanya sering tidak mau ngalah yang kecil kadang sok tau sebaliknya yang besar suka jahilin yang kecil), tinggalah kak Alin nya (anak kami yang sulung) yang bakalan repot menengahi mereka, Rebutan komputer, Rebutan saluran TV ataupun Saling ejek-mengejek dan suara tv ataupun komputer yang hidup sepanjang malam (bang Arif susah tidur) akan menghiasi kejadian sehari-hari.

Kehebohan-kehebohan itu kadang menggelikan, tapi juga kadang menjengkelkan....namun itulah dinamika keluarga kami, jadi kami menerimanya apa adanya.

Kelaziman saya setiap liburan sekolah pastinya ada turing keluarga....dan untuk itu jauh2 hari saya sudah mengajukan cuti supaya bisa berlibur dengan keluarga, dan selama ini sih selalu berjalan lancar dan menggembirakan. Setelah mempertimbangkan berbagai hal saya dan isteri sepakat untuk mengambil cuti dari tanggal 1 Juli s.d 5 Juli, cuti saya ajukan tanggal 16 Juni dan sudah di setujui oleh Atasan saya....siiip lah.

Namun entah mengapa rencana liburan tengah tahun kali ini semuanya berjalan tidak sesuai dengan rencana saya, dalam waktu satu minggu semua rencana jadi berantakan dan ditambah beberapa situasi yang membuat saya jengkel dan gusar......bener2 kacau

Dimulai dengan keluarnya edaran kantor pusat yang memajukan dead line laporan bulanan menjadi tanggal 5 bulan berikutnya, dan berlaku untuk laporan bulan juni 2010; Hiks ini berarti saya harus standby di kantor pada tanggal 5 july......(walaupun saya yakin staff2 saya mampu menyelesaikannya namun tetap ada perasaan bersalah jika saya tidak ada bersama mereka....)

Selanjutnya Alin menginfokan kalo dia ada UTS tanggal 2 juli berarti dia gak mungkin ikut jika jadi turing keluarga....weeeks.

Semakin muram lagi ketika ibu mertua harus dirawat masuk ICU pada 23 juni......hiks.

Ditambah lagi dengan beberapa situasi yang menjengkelkan yang antara lain menyebabkan saya memilih mundur dari kepengurusan suatu organisasi, ataupun komunikasi macet yang bikin saya dongkol luar biasa......

Yah kelihatannya liburan kali ini harus berjalan dengan kelabu.....

Maaf ya bang Arif dan Aliya kalian tidak bisa liburan dengan nyaman kali ini......
Semuanya ada yang mengatur, entah apa yang di inginkan Allah dengan semua ini - tapi pastinya baik buat kita semua.......

Demikianlah kehidupan anakku, tidak semua yang kita harapkan bisa kita peroleh, ada yang lebih berkehendak dari pada kita.....

Mudah-mudahan Allah memberikan kesabaran kepada kita, dan menghilangkan ke jengkelan serta kegusaran hati saya......

Insya Allah lain waktu pasti ada liburan bersama lagi dimana kita bisa menghabiskan waktu bersama, bercanda dan berbagi cerita.......


Thursday, February 18, 2010

Ketika Saya merasa Menjadi Biker Cupu

Kamis malam 18 Februari 2010, sekitar jam 20 dengan menunggang Mat Item - Yamaha scorpio ku saya tinggalkan halaman kantor yang berada di kawasan Tanjung Priok untuk pulang menuju rumahku di daerah Pasar Minggu.

Gerimis tipis yang saat itu turun tidak begitu saya pedulikan, saya arahkan mat item menyusuri jalan Yos Sudarso, lalulintas malam itu masih ramai namun lumayan lancar.

Di lampu merah perempatan jl Pemuda – Pramuka, lampu lalulintas menyala merah, sayapun berhenti demikian juga dengan motor2 lain, tiba-tiba boncenger di motor sebelah bertanya pada saya.

“Pak, jalan ke Merak lewat mana ya?”

“Heh, ke Merak?” tanya saya balik, seakan tidak percaya, sambil memperhatikan sipenanya yang ternyata seorang perempuan berperawakan agak gemuk.

“Iya pak ke Merak” katanya meyakinkan saya.

“Wah masih jauh dari sini mbak – ya udah ikuti saya dulu deh nanti didepan saya jelasin” kata saya soalnya lampu sudah menyala hijau.

Motor si gemuk inipun mengikuti motor saya membelok ke jalan pramuka. Diujung jalan pramuka kami berhenti si gemuk ini turun sementara ridernya tetep menunggu di motor.

Kini saya lebih bisa memperhatikan lagi sosok perempuan ini, badanya tidak terlalu tinggi ya rata2 tinggi perempuan Indonesia lah, perawakannya agak gemuk usianya mungkin belum 30 tahun, pakaiannya bersahaja, celana jin ¾ tanpa sepatu (pakai sandal), mengenakan jacket anak muda yang ada kupluknya, dan pake helm half face. Jelas perempuan ini bukan anak motor, ataupun anggota klub motor yang sedang turing.

“Memangnya mau ke Merak ya mbak?” tanya saya kembali meyakinkan akan tujuan mereka.

“iya pak” jawab nya.

“Ya udah kamu nanti dari sini lurus aja terus cari jalan yang arah Grogol, terus ke Tangerang”

“Kamu tau Grogol kan?” tanya saya

“Ndak Pak, saya ngak tau, saya baru nyampe dari Blitar” katanya….

“Hah Blitar?... Mas yang itu tau nggak Grogol?” kata saya sambil menunjuk si Rider yang ada diatas motor (saya berpikir si gemuk ini orang Blitar dan diboncengin sama si Rider ini yang orang Jakarta).

“Dia Ndak tau juga pak, dia bareng-bareng saya dari Blitar, dan dia juga perempuan” kata si Gemuk menjelaskan…..(si rider ini pake helm full face makanya saya nggak tau kalo dia perempuan)

“Hah jadi kalian dari Blitar?.....trus tadi darimana?”….tanya saya dan makin kaget

“Iya kami tadi dari Tanjung Priok mau nyari kapal ke Lampung, tapi nggak ada dan disarankan ke Merak aja” katanya menjelaskan…….

Ampun deh dua perempuan ini nekat banget, dari Blitar mau ke Lampung nyari kapal ferry nya di Tanjung Priok…….huehehe dapet info darimana dia – dan sekarang mau menuju ke merak…..luar biasa.

Saya sudah paham duduk perkaranya sekarang……

“Mbak, Merak itu jauh lho masih 120km lagi sekarang jam 20.30 paling cepet si mbak sampe sana jam 12 malem. Gimana berani mbak?” tanya saya menjelaskan.

“Iya berani pak..” jawab si gemuk semangat, optimis dan tanpa keraguan sedikitpun……

Seandainya dia jadi ragu-ragu untuk melanjutkan perjalanan, saya sudah siap menawarkan untuk mampir ke rumah dan istirahat saja dulu dirumah saya, baru besoknya melanjutkan perjalanan.

Tapi karena mereka begitu ingin untuk melanjutkan perjalanan akhirnya saya putuskan untuk memandu dia sampai ke Daan Mogot (gila apa kalo saya biarin jalan sendirian – bisa2 nggak keluar-keluar dari Jakarta mereka), kalo saya lepas di Daan Mogot nanti mereka bisa tinggal lurus saja ke Tangerang dan lanjut ke Merak.

Si gemuk yang tampaknya menjadi leadernya kini mengambil alih stang kemudi, dengan lincah mengikuti saya dan mat item menerobos ramainya lalulintas malam itu.

Kami sempet berhenti dulu untuk mengenakan jas hujan karena gerimisnya kini berubah menjadi hujan (tapi tidak lebat), waktu berhenti ini saya makin yakin mereka bukan anak club motor – saya perhatikan motornya Suzuki Smash (no pol AG4854KB) spionnya hanya ada sebelah kanan, jas hujan yang dipakai ponco ini pun cuma satu buah….kalo anak club motor yg lagi turing pastinya kelengkapan motor kumplit, plus jas hujan tipe dua pieces bukan ponco.

Pas berhenti pake jas hujan inilah baru saya sempet nanya nama mereka – Si gemuk ini bernama Tata, sementara temannya yang bertubuh langsing dan lebih tinggi ber nama Novi……

Saya tanya kapan mereka berangkat dari Blitar, kemarin malam kata mereka….bawa motornya gantian katanya.

Wah bener2 berani luar biasa dua perempuan ini, saya langsung merasa jadi Biker Cupu didepan mereka, turing2 saya semuanya gak ada apa2nya. Kalo saya kan turing dipersiapkan dengan matang cari info di internet dulu, liat petanya, kalo rutenya belum dikenal pasti aku libas siang hari dlsbnya, Nah mereka ini lebih edan ternyata jalan malem Blitar – Jakarta sendirian pula, terus lanjut jalan malem lagi Jakarta – Lampung. Nggak bawa peta….blom pernah ke Jakarta….bener-bener biker pemberani.

Weeks bandingan dengan anak club motor….jalan rame-rame, bawa peta, bawa gps plus pake rakom (radio komunikasi), ditiap kota yang dituju disambut dan diantar club lokal setempat…hehehe

Saya angkat topi deh buat keberanian mereka, entah keperluan apa yang menyebabkan mereka senekat itu…… saya hanya bisa berdoa semoga Allah memberi kemudahan dan keselamatan kepada mereka.

Di Jalan Daan Mogot, saya kasih briefing terakhir, mereka mengucapkan terima kasih dan langsung lanjutkan perjalanan kamipun berpisah. Saya berputar di putaran pertama yang saya jumpai untuk kembali menuju ke rumah….sambil masih terus berpikir betapa cupunya saya di banding mereka……….

Salam/imam arkan

Ketika Saya merasa Menjadi Biker Cupu

Kamis malam 18 Februari 2010, sekitar jam 20 dengan menunggang Mat Item - Yamaha scorpio ku saya tinggalkan halaman kantor yang berada di kawasan Tanjung Priok untuk pulang menuju rumahku di daerah Pasar Minggu.

Gerimis tipis yang saat itu turun tidak begitu saya pedulikan, saya arahkan mat item menyusuri jalan Yos Sudarso, lalulintas malam itu masih ramai namun lumayan lancar.

Di lampu merah perempatan jl Pemuda – Pramuka, lampu lalulintas menyala merah, sayapun berhenti demikian juga dengan motor2 lain, tiba-tiba boncenger di motor sebelah bertanya pada saya.

“Pak, jalan ke Merak lewat mana ya?”

“Heh, ke Merak?” tanya saya balik, seakan tidak percaya, sambil memperhatikan sipenanya yang ternyata seorang perempuan berperawakan agak gemuk.

“Iya pak ke Merak” katanya meyakinkan saya.

“Wah masih jauh dari sini mbak – ya udah ikuti saya dulu deh nanti didepan saya jelasin” kata saya soalnya lampu sudah menyala hijau.

Motor si gemuk inipun mengikuti motor saya membelok ke jalan pramuka. Diujung jalan pramuka kami berhenti si gemuk ini turun sementara ridernya tetep menunggu di motor.

Kini saya lebih bisa memperhatikan lagi sosok perempuan ini, badanya tidak terlalu tinggi ya rata2 tinggi perempuan Indonesia lah, perawakannya agak gemuk usianya mungkin belum 30 tahun, pakaiannya bersahaja, celana jin ¾ tanpa sepatu (pakai sandal), mengenakan jacket anak muda yang ada kupluknya, dan pake helm half face. Jelas perempuan ini bukan anak motor, ataupun anggota klub motor yang sedang turing.

“Memangnya mau ke Merak ya mbak?” tanya saya kembali meyakinkan akan tujuan mereka.

“iya pak” jawab nya.

“Ya udah kamu nanti dari sini lurus aja terus cari jalan yang arah Grogol, terus ke Tangerang”

“Kamu tau Grogol kan?” tanya saya

“Ndak Pak, saya ngak tau, saya baru nyampe dari Blitar” katanya….

“Hah Blitar?... Mas yang itu tau nggak Grogol?” kata saya sambil menunjuk si Rider yang ada diatas motor (saya berpikir si gemuk ini orang Blitar dan diboncengin sama si Rider ini yang orang Jakarta).

“Dia Ndak tau juga pak, dia bareng-bareng saya dari Blitar, dan dia juga perempuan” kata si Gemuk menjelaskan…..(si rider ini pake helm full face makanya saya nggak tau kalo dia perempuan)

“Hah jadi kalian dari Blitar?.....trus tadi darimana?”….tanya saya dan makin kaget

“Iya kami tadi dari Tanjung Priok mau nyari kapal ke Lampung, tapi nggak ada dan disarankan ke Merak aja” katanya menjelaskan…….

Ampun deh dua perempuan ini nekat banget, dari Blitar mau ke Lampung nyari kapal ferry nya di Tanjung Priok…….huehehe dapet info darimana dia – dan sekarang mau menuju ke merak…..luar biasa.

Saya sudah paham duduk perkaranya sekarang……

“Mbak, Merak itu jauh lho masih 120km lagi sekarang jam 20.30 paling cepet si mbak sampe sana jam 12 malem. Gimana berani mbak?” tanya saya menjelaskan.

“Iya berani pak..” jawab si gemuk semangat, optimis dan tanpa keraguan sedikitpun……

Seandainya dia jadi ragu-ragu untuk melanjutkan perjalanan, saya sudah siap menawarkan untuk mampir ke rumah dan istirahat saja dulu dirumah saya, baru besoknya melanjutkan perjalanan.

Tapi karena mereka begitu ingin untuk melanjutkan perjalanan akhirnya saya putuskan untuk memandu dia sampai ke Daan Mogot (gila apa kalo saya biarin jalan sendirian – bisa2 nggak keluar-keluar dari Jakarta mereka), kalo saya lepas di Daan Mogot nanti mereka bisa tinggal lurus saja ke Tangerang dan lanjut ke Merak.

Si gemuk yang tampaknya menjadi leadernya kini mengambil alih stang kemudi, dengan lincah mengikuti saya dan mat item menerobos ramainya lalulintas malam itu.

Kami sempet berhenti dulu untuk mengenakan jas hujan karena gerimisnya kini berubah menjadi hujan (tapi tidak lebat), waktu berhenti ini saya makin yakin mereka bukan anak club motor – saya perhatikan motornya Suzuki Smash (no pol AG4854KB) spionnya hanya ada sebelah kanan, jas hujan yang dipakai ponco ini pun cuma satu buah….kalo anak club motor yg lagi turing pastinya kelengkapan motor kumplit, plus jas hujan tipe dua pieces bukan ponco.

Pas berhenti pake jas hujan inilah baru saya sempet nanya nama mereka – Si gemuk ini bernama Tata, sementara temannya yang bertubuh langsing dan lebih tinggi ber nama Novi……

Saya tanya kapan mereka berangkat dari Blitar, kemarin malam kata mereka….bawa motornya gantian katanya.

Wah bener2 berani luar biasa dua perempuan ini, saya langsung merasa jadi Biker Cupu didepan mereka, turing2 saya semuanya gak ada apa2nya. Kalo saya kan turing dipersiapkan dengan matang cari info di internet dulu, liat petanya, kalo rutenya belum dikenal pasti aku libas siang hari dlsbnya, Nah mereka ini lebih edan ternyata jalan malem Blitar – Jakarta sendirian pula, terus lanjut jalan malem lagi Jakarta – Lampung. Nggak bawa peta….blom pernah ke Jakarta….bener-bener biker pemberani.

Weeks bandingan dengan anak club motor….jalan rame-rame, bawa peta, bawa gps plus pake rakom (radio komunikasi), ditiap kota yang dituju disambut dan diantar club lokal setempat…hehehe

Saya angkat topi deh buat keberanian mereka, entah keperluan apa yang menyebabkan mereka senekat itu…… saya hanya bisa berdoa semoga Allah memberi kemudahan dan keselamatan kepada mereka.

Di Jalan Daan Mogot, saya kasih briefing terakhir, mereka mengucapkan terima kasih dan langsung lanjutkan perjalanan kamipun berpisah. Saya berputar di putaran pertama yang saya jumpai untuk kembali menuju ke rumah….sambil masih terus berpikir betapa cupunya saya di banding mereka……….

Salam/imam arkan

Wednesday, February 17, 2010

Bekal

Kemarin sore karena badan tidak fit saya pulang on time dari kantor, Alhamdulillah tiba dirumah pas adzan magrib berkumandang, setelah memasukan motor ke halaman rumah saya bergegas ke masjid tanpa sempat berganti pakaian hanya sempat menyambar payung saja....maklum mendung tebal bergelayut dilangit siap menghunjamkan titik air hujan ke bumi.

Dijalan menuju mesjid saya bersua dengan jiran saya seorang Bapak-bapak yang juga akan ke mesjid.

"Asalamualaikum..." ujarnya sambil menyalami tangan saya.
"Waalaikumsalam..." jawab saya sambil menjabat tangannya.
"Udah pulang Mam?..." tanyanya lagi (biasanya saya memang tidak pernah pulang sore, selalu malam)
"Iya pak, ini baru nyampe dari kantor terus langsung mau ke mesjid" kata saya menjelaskan, sambil berjalan di sisinya.
"Iya baguslah, kita ini kan lagi ngumpulin bekal" katanya ringan, "Apalagi disana nanti gak ada yang bisa kita sogok pake duit kita Mam, kalo kita nggak punya amalan, terus bekal apa nanti yang kita bawa coba?" ujarnya lagi setengah bercanda....

Walaupun disampaikan dengan bercanda, namun sangat mengena di hati saya...."Bener juga apa yang dikatakan dia, kita di dunia inikan seharusnya mengumpulkan bekal untuk akherat bukan untuk menumpuk harta dunia, memangnya kita bakalan selamanya hidup didunia? tujuan akhirnya kan akherat, final destination nya akherat bukan dunia....."

Jadi sudahkah kita disela-sela kesibukan kita bekerja memenuhi kebutuhan hidup (untuk yg hidupnya msh pas-pasan) ataupun sibuk untuk menumpuk harta (untuk yg hidupnya sudah mapan), ataupun disela-sela kesibukan kita menuntut ilmu (buat yg masih kuliah, atau belajar) apakah sudah kita upayakan untuk mengumpulkan bekal untuk di akherat kelak.

Jika jawabnya "Belum", maka sebaiknya mulailah dari sekarang.....mumpung masih diberi umur oleh NYA.

Saturday, February 06, 2010

Orang Yang Tidak Dipedulikan Allah

Assalamualaikum wr.wb
Dalam Hadis Shahih Muslim terdapat tiga hadis mengenai orang yang tidak dipedulikan Allah, namun disini saya sampaikan dua buah saja
hadis no 83
Dari Abu Dzar r.a , dari Nabi SAW, sabdanya "Ada tiga golongan dimana Allah tidak akan bercakap dengan mereka pada hari kiamat. Mereka itu ialah : (1) Orang yang suka memberi, tapi suka menyebut-nyebut pemberiannya. (2) Orang yang menawar-nawarkan dagangannya dengan sumpah palsu. (3) Orang yang suka berpakaian berjela-jela* karena sangat luasnya."
*) berpakaian sampai menyapu tanah untuk menunjukkan dirinya orang kaya atau bangsawan tinggi.
hadis no 84
Dari Abu Hurairah r.a katanya Rasulullah SAW bersabda : "Ada tiga golongan dimana Allah tidak akan bercakap kepada mereka, tidak membersihkan mereka daripada dosa, --Kata Mua'wiyah juga tidak akan menengok kepada mereka bahkan mereka mendapat siksa yang pedih : (1) Orang tua yang pezina, (2) Raja (penguasa) yang pembohong, (3) Si miskin yang sombong.
Dikutip dari kitab terjemah hadis Shahih Muslim jilid I hadis no 83 dan 84.
Mudah-mudahan Allah membantu upaya dan ikhtiar kita agar tidak termasuk dalam golongan orang yang tidak dipedulikan Allah tersebut diatas.
salam/imam arkan

Sunday, January 27, 2008

Bang Arief Goes to Asrama


Sudah hampir tiga minggu ini Bang Arief - anakku yang penyandang tuna grahita tinggal di Asrama. Iya Bang Arief tinggal di Asrama tepatnya sejak tanggal 05 Januari 2008 - dan sudah selama itu pula kami tidak mendengar kegaduhan yang selalu dibuatnya. Rumah terasa
sepi......tetangga sebelah-sebelah pun juga bertanya kenapa akhir-akhir ini tidak terdengar kehebohan yang dibuat bang Arief.....

Bang Arief kini tinggal di Asrama SLB Nusantara di daerah Beji - Depok. Untuk tiga bulan pertama ini tidak boleh ditengok - konon ini untuk membentuk kembali kepribadian dan prilaku bang Arief.
Memang prilaku bang Arief akhir-akhir ini semakin tidak terkendali.
Sejak dia Me-merdeka-kan diri di bulan Agustus (baca Merdekanya Bang Arief http://www.imamarkan.multiply
.com/journal/item/33) prilakunya memburuk. Disiplin dan tanggung jawabnya runtuh, prilakunya sesuka hatinya.

Kabur dari sekolah pada saat ulangan umum dianggap biasa olehnya - padahal dulu dia cukup bertanggung jawab, senang mengerjakan PR dlsbnya.

Memecahkan kaca jendela kamarnya dengan sengaja juga dilakukan tanpa rasa bersalah.......Susah sekali menasehatinya, mungkin juga ini karena terbawa masa puber di usianya yang lima belas tahun ini.

Pernah dia pergi ke Muara Karang sendirian walaupun sudah kami larang, tapi nekat pergi. Disana dia ditipu orang, uangnya diambil (tidak banyak sih mungkin sekitar Rp 30 ribuan), beruntung bang Arief masih bisa pulang ke rumah.

Terakhir dia pamit mau berenang, ternyata dia tidak pergi berenang tapi malah ke blok M, beli macem2 (kacamata, jaket, lampu meja dlsbnya) ternyata dia ngambil uang ibunya.....

Melihat kelakuannya yang semakin membahayakan dirinya ataupun orang lain, maka kami sepakat untuk mencarikan asrama buat Bang Arief, agar dia ada kegiatan dan bimbingan sepanjang hari. Tadinya kami berpikir untuk memasukan ke pesantren....tapi pesantren mana yang bisa menerima siswa luar biasa....yang non pesantren aja sulit dicari? ternyata untuk mencari pendidikan berasrama untuk anak dengan kebutuhan khusus sangat sulit di Indonesia ini...(hiks wong pendidikan untuk anak normal aja sekolahannnya banyak yang ambruk....konon lagi untuk yang berkebutuhan khusus....menyedihkan).

Setelah mencoba mencari-cari akhirnya isteri saya menemukan SLB Nusantara ini, kami sepakat untuk menitipkan Arief disini.

Mengajak Arief untuk bisa tinggal di asrama ini pun butuh usaha besar dan negosiasi yang alot, Bang Arief ngotot gak mau tinggal di asrama - reaksi yang wajar sih, anak yang normalpun juga pasti tidak langsung mau jika disuruh tinggal di asrama - akhirnya dengan bujukan dan usaha keras mau juga dia tinggal asrama........

Tiga bulan pertama ini pastilah merupakan masa yang berat....bukan saja buat bang Arief tapi juga buat Saya sekeluarga, berpisah dengan anggota keluarga yang disayangi ternyata bukanlah hal yang mudah.......

Seringkali kami disergap rasa kangen dan rindu yang hebat pada Bang Arief, tapi kami harus tega - kami hanya bisa berdoa kepada Allah semoga bang Arief senang dan gembira di Asrama
sana........

Doa'in bang Arief ya.......................

Monday, September 03, 2007

Merdeka(nya) Bang Arief



Bang Arief, begitulah kami memanggilnya....nama lengkapanya Imam Khairul Arief; arti secara bebasnya adalah Pemimpin yang Baik dan Bijaksana.....; itulah yang kami harapkan dari anak nomor dua kami ini.

Namun Allah yang Maha Kuasa berkehendak lain - Sewaktu dalam kandungan CMV (Cito Megali Virus) menyerangnya - Bang Arief terlahir sebagai penyandang tuna grahita - IQ nya  dibawah normal, motorik halus nya tidak berkembang baik, bicaranya gagap, sikapnya hiperaktif, kemampuan matematisnya sangat sederhana, prilakunya kadang emosional dan ekspresif.

Bang Arif saat ini (Juli 2007) telah duduk di bangku kelas 3 SMP Luar Biasa (SLB C) "Nur Abadi" usianya yang masuk 15 tahun, menyebabkan dia berada pada masa puber nya (sama seperti remaja normal lainnya, penyandang tuna grahita juga mengalami masa puber) susah sekali mengatur sikapnya.

Entah mengapa tanggal 17 Agustus dipilihnya sebagai hari kemerdekaannya, pagi itu sekitar jam 05.45 dia sudah siap berpakaian seragam sekolahnya - setiap pagi saya selalu mengantarnya ke sekolah dan pulangnya dia naek ojek langganan - begitu saya selesai mandi dan siap mengantarnya ternyata Bang Arif sudah tidak ada. Pintu depan terbuka dan saya longok keluar pintu pagar juga terbuka.....Bang Arif kabur....;

Kamipun panik.... memang sudah lama dia minta pergi ke sekolah sendiri naek angkot; tapi selalu kami larang (siapa juga yg tidak kuatir anak seperti ini berangkat sendirian) dan kami selalu janjikan nanti kalo pas liburan kami akan latih naek angkot. Rupanya hari inilah batas kesabaran dia menanti janji kami......

Isteri saya dapat info dari seorang ibu tetangga bahwa dia  melihat bang Arif berlari dengan seragam sekolah ke ujung jalan besar.....; Saya keluarkan Mat item (scorpio ku) mencoba mencari Bang Arif.....di ujung jalan Poltangan tidak ketemu, ke Arah gedung Antam tidak juga bersua - lanjut ke stasiun KA Lenteng Agung juga tidak tampak; akhirnya saya putuskan ke sekolahnya  di Jagakarsa. Sampai di sekolah yang masih sepi saya lihat bang Arif sedang duduk di bangku panjang di depan kelas......alhamdulillah gumamku.

Dia cengar-cengir melihat saya datang dan berucap "Ayah....berhasil yah, abang berhasil naek angkot ke sekolah".......tanpa rasa salah sedikitpun....huh.....

Itulah awal kemerdekaan bang Arif....... selanjutnya petualangan demi petualanganpun dia mulai.............

Tanggal 18 Agustus dia kabur ke rumah Yangti nya di Tegalan-Matraman, Begitu juga tanggal  21 Agustus berhasil mengelabui tukang ojek langganannya dia kabur ke tempat Yangti nya lagi...
Tanggal 24 Agustus dia kabur lagi tapi gak jelas mau kemana dia - dipergoki isteri saya  yang sedang pulang kantor.
Tanggal 29 Agustus kabur lagi kali ini dia pulang di anter tukang ojek Stasiun Pasar Minggu.

Untuk menghindari hal-hal yg tidak di inginkan kami belikan dia kalung - seperti kalung pasukan Amerika, dengan peneng graviran nama dan alamatnya sebagai bandul kalung tsb.

Tanggal 07 September kabur lagi dia, kali ini dia muncul di Tanjung Priok nyusul ke kantor saya.
Tanggal 08 September lagi-lagi kabur kali ini dia muter2 dulu ke jalan Sabang, mampir ke duta  suara..(beli kaset) dan kemudian muncul di rumah Yangtinya......

Duh....bang Arif kemana lagi kamu akan bertualang nak?......hiks....bisa jadi dia akan muncul di tempat anda.......

Bang Arif semoga Allah SWT selalu melindungimu dimanapun kamu berada - ayahmu tidak akan bisa mendampingimu dalam kehidupanmu selamanya nak.......tapi Allah bisa.

Selamat Merdeka ya nak...........

Tuesday, December 05, 2006

Kasih Ibu




Kasih Ibu
ciptaan : (anonimous)

Kasih Ibu Kepada Beta
Tak Terkira Sepanjang Masa
Hanya Memberi
Tak Harap Kembali
Bagai Sang Surya Menyinari Dunia

Bagi saya syair lagu kanak-kanak ini terasa pas sekali menggambarkan kasih seorang ibu kepada anaknya. Sosok seorang ibu memang merupakan peran sentral dalam kehidupan manusia, sebab rasanya tidak ada seorang manusiapun yg tidak terlahir dari rahim seorang ibu (kecuali Nabi Adam tentunya).

Bahwa nantinya dengan teknologi cloning dan lain sebagainya ternyata manusia bisa terlahir tanpa rahim seorang ibu, itu adalah soal lain; namun apabila hal tersebut terjadi apakah manusia masih pantas disebut manusia lagi? mungkin lebih pas disebut PRODUK, hasil pabrikasi, hasil manufacturing bukan manusia...........

"Ibumu.....", "Ibumu.....", "Ibumu...." Rasulullah Muhammad S.A.W sampai menyebutkan tiga kali kata ibumu, ketika seorang sahabat menanyakan siapakah orang yang paling patut dihormati, barulah yang ke empat Beliau menyebut "Ayahmu..." (jadi saya termasuk level empat nih hehehe)

Kalau direnungkan dalam-dalam memang besar sekali hutang budi kita kepada ibu, rasanya tak akan terbayar oleh apapun. Tak akan mungkin kita membayar jam-jam tidur beliau yang hilang karena mengurus kita ketika masih bayi atau ketika kita sakit,.........(sebaliknya ketika beliau yg sakit, buat nungguin beliau aja kita masih terganggu dgn jam kantor dlsbnya hehehe... konon lagi mau bales budi beliau yang segunung)

Bagaimana dengan anda...? sanggupkah membalas budi baiknya...?

Sunday, December 03, 2006

Aa Gym dan Poligami

Aa Gym Menikah Lagi........

Alhamdulillah .......itulah yg saya gumamkan ketika mendengar Aa Gym menikah lagi....dan Subahanallah saya gumamkan ketika mendengar penjelasan dan ke ikhlasan teh Nini (isteri pertama Aa Gym) untuk mengijinkan sang Suami menikah lagi, dan kerelaannya untuk membagi kebahagian bersama mulimah lain. Semoga Allah SWT memberikan limpahan rahmat dan hidayahNYA pada Aa Gym dan Teh Nini sekeluarga.....

Sangat tepat apa yang disampaikan sang Kyai kondang ini dalam menggambarkan keadaan yang terjadi kini, dimana dalam kehidupan masyarakat saat ini selingkuh, hamil diluar nikah, menikah dalam kondisi hamil maupun, TTM = teman tapi mesum, semuanya dianggap sebagai hal yang lumrah dan wajar. Sebaliknya poligami yang secara agama sah justeru di cemooh, pelakunya dianggap hina. Memang nilai2 dimasyarakat saat ini sudah terbalik-balik.

Menyedihkan memang melihat moral masyarakat saat ini, perselingkuhan dianggap biasa saja, pelakunyapun bermacam-macam dari wanita terhormat bahkan berjilbab, anggota DPR, artis selebritis sampai mungkin penjahat dan masyarakat biasa. Sex after lunch, BBS = bobo-bobo siang, ML = making love dengan orang yang bukan suaminya ataupun isterinya dilakukan tanpa beban, tanpa rasa bersalah.

Apa yang ditunjukkan Teh Nini dan Aa Gym sungguh luar biasa dengan melakukan poligami seakan teh Nini dan Aa Gym ingin menunjukkan nilai dan kebenaran yang di Ridhoi Allah.

Memang tidak mudah menegakkan hukum Allah apalagi yang menyangkut poligami, mengingat hal ini bukanlah pilihan yang populer khususnya disaat sekarang ini dimana gerakan kaum feminis sangat menentang poligami ini. Pastilah kasus ini tidak akan berhenti disini pasti ada kelompok yang akan menghujat ataupun mencemooh Aa Gym dan keluarga.

Namun justeru disinilah letak keberanian dan keluarbiasaan Teh Nini dan AA Gym, dengan mengembalikan segala persoalan kepada hukum Allah, seakan mengajak masyarakat untuk melihat kembali dan untuk menyadarkan bahwa hanya hukum-hukum Allah lah yang pantas untuk diperjuangkan dan ditegakkan.

Hal lain yang bisa diambil hikmahnya dari peristiwa ini adalah menunjukkan Aa Gym maupun Teh Nini adalah manusia biasa, tokoh yang membumi, yang punya hasrat, punya keinginan, bisa kecewa dan terluka, namun semuanya dikembalikan kepada yang Kuasa. Luar biasa........

Semoga Aa Gym dan Teh Nini selalu diberikan kekuatan untuk menegakkan hukum-hukum Allah...........

Lalu apakah saya akan mengikuti Aa Gym – menikah lagi?....untuk saat ini rasanya sih enggak deh; tanggung jawab dan komitmennya terlalu besar..hehehe