Showing posts with label Tips Solo Turing for Bikers. Show all posts
Showing posts with label Tips Solo Turing for Bikers. Show all posts

Wednesday, November 29, 2006

Tips Solo Turing bagi Biker Pemula #7


Solo Turing.

Bagi Biker Pemula #7

BAG 2 PELAKSANAAN TURING


Pada bagian dua ini saya hanya ingin menyampaikan tips atau saran selama pelaksanaan turing itu sendiri, sama sekali saya tidak ingin mengajarkan bagaimana ketrampilan bermotor (riding skill) yang baik. Soalnya riding skill saya juga pas-pasan aja.

Demikian juga saya tidak ingin bicara mengenai gaya bermotor (riding style) yang bener, karena riding style ini sangat dipengaruhi karakter si rider itu sendiri. Saya sendiri punya karakter slow rider, saya tidak speed maniac makanya kalo turing konvoi pasti saya keteteran di belakang.

Karena ini hanya kumpulan tips dari pengalaman saya selama melakukan traveling dengan kendaraan baik itu dengan motor ataupun dengan mobil, jadi agak bingung juga untuk mengelompokan topiknya. Akhirnya saya sampai pada format susunan seperti dibawah ini :

a. Prosedur Sebelum Jalan

  • Pengecekan Kendaraan

  • Do'a

  • Warming up Riding

b. Prilaku di Jalan

  • Sing Waras Ngalah

  • Hargai Pengguna Jalan Lain

c. Serba-serbi tentang Jalan

  • Jalan Siang VS Jalan Malem

  • Jalan Pegunungan VS Jalan Dataran Rendah

  • Lewat By pass VS Lewat tengah Kota

  • Jalan Waktu Hujan

d. Tentang Rambu Lalulintas

e. Kerusakan di Jalan

f. Istirahat di Jalan

a. Prosedur Sebelum Jalan

  • Pengecekan kendaraan

Pengecekan akhir motor sebelum jalan mutlak dilakukan baik pada saat awal turing maupun ketika start untuk etappe berikutnya. Biasanya saya mengecek fungsi lampu-lampu dan klakson, kemudian mengecek ketinggian oli mesin, dilanjutkan dengan mengecek minyak rem dan fungsi tuas2 rem.

Kemudian mesin dihidupkan untuk dipanaskan, sambil diperhatikan suara yang keluar apakah ada suara-suara yang aneh baik dari mesin ataupun dari body motor (biasanya suka ada baut yg kendor).

Memeriksa tekanan ban adalah prosedur selanjutnya. Kalau kurang angin ya kudu dipompa.

Memeriksa meteran bensin, mencatat trip meter. Ini beguna untuk menentukan kapan harus isi bensin berikutnya, dan juga sebagai catatan kalau nantinya mau menghitung konsumsi bensin, ataupun ingin tau rata-rata kecepatan kita dalam menyelesaikan suatu etape.

Jika ditemukan ketidak beresan segera diputuskan apakah bisa ditangani sendiri atau harus dibawa ke bengkel. Jika memang harus dibawa kebengkel, ya jangan ragu untuk dibawa dulu ke bengkel buat diperbaiki.

Ini sebenernya mirip pengecekan yang dilakukan ground crew (crew darat) maskapai penerbangan terhadap pesawat terbang yang akan tinggal landas. Hanya saja disini kita ya pilot tapi juga merangkap ground crew nya.

  • Do'a

Selain do'a dari diri sendiri untuk memohon keselamatan dalam perjalanan hal lain yg tidak kalah penting adalah pamit dan minta do'a dari orang-orang yang kita cintai, ortu, istri dan anak.

Boleh jadi justru do'a dari orang-orang yang tercinta inilah yang dikabulkan Allah sehingga kita diberikan keselamatan sampai ditempat tujuan dan sampai kembali ke Rumah.

Bisa jadi karena do'a inilah turing yang kita lakukan bisa sukses dan lancar dan bukan karena kita jago bawa motornya, hanya saja hal seperti ini seringkali tidak disadari oleh kita.

  • Warming up riding

Pada saat mulai mengendarai motor biasakanlah 5 – 10 menit pertama melakukan penyesuaian-penyesuaian agar seluruh konsentrasi kita “tune in” dengan karakter motor. Sehingga handling menjadi mantap.

Hal ini diperlukan karena pada saat turing, motor terisi dengan muatan penuh (full loaded) beda dengan pemakaian sehari-hari, saat turing ada bagasi, side bag plus boncenger (bila ada) akibatnya bobot motor berbeda jauh dari biasanya, sehingga perlu membiasakan diri dulu dengan kondisi ini. Baru setelah handling sudah bisa “tune in”, boleh deh mulai digeber habis. Inilah yang saya maksud dengan warming up riding. Pada balapan moto gp aja ada warming up lap, jadi tidak ada salahnya kalau ada warming up riding dalam turing motor.

Oh iya jangan lupa nyalakan lampu walaupun siang hari selama kita turing khususnya dijalanan luar kota. Walaupun aturan yang mewajibkan menyalakan lampu siang hari belum ada, namun demi keselamatan kita sebaiknya kita menyalakan lampu.

b. Prilaku di Jalan

  • Sing Waras Ngalah

Dijalanan pantura khususnya ataupun dijalanan luar kota dimanapun, sering kali kita jumpai pengendara arogan yang bertindak semau gue. Contoh pada saat menyusul dari arah beralawanan kendaraan arogan ini (biasanya sih bus-bus luar kota) tetap ngotot mengambil jalur kita.

Untuk yang seperti ini walaupun kita ada di pihak yang benar, sebaiknya sih gak usah ngotot untuk tetap dijalur kita, ini bukan masalah salah-benar atau menang-kalah, ini masalah ketrampilan atau kearifan kita untuk tetap selamat (survive).

Jadi yang paling baik adalah kurangi kecepatan ambil posisi ketepi kiri, jika perlu siap-siap turun ke bahu jalan, berilah si arogan ini ruang bebas untuk menyusul. Menjengkelkan memang tapi kita pake rumus Sing Waras Ngalah aja deh (Yang Nggak Gila Ngalah)

  • Hargai pengguna jalan lain

Jalan raya adalah milik kita bersama, karenanya kita patut menghargai pengguna jalan lainnya baik itu cuma pejalan kaki yang sedang menyeberang, ataupun becak yang kadang kelakuannya nyebelin.

Kalau ketemu sesama biker jangan saling ingin tunjukin kehebatan, cukup klakson dan acungi jempol tanda “we are brother”, syukur-syukur malah dapat teman seperjalanan.

Insya Allah kalau kita menghargai pengguna jalan lain kita akan mendapat kelancaran dijalan. Sebaliknya kalo kita arogan dijalan apalagi sampai mengundang sumpah serapah pengguna jalan lain, kuatirnya kita kena tulah (kualat) akhirnya ada saja hambatan yang muncul.

c. Serba-serbi Tentang Jalanan

  • Jalan Siang VS Jalan Malem

Jalan siang apa jalan malem pilihan ini masing-masing ada enak-gak enaknya. Tapi buat pemula saya sarankan jalan siang aja, malem buat istirahat, ini sesuai dengan jam biologis pada tubuh kita yang kodratnya adalah aktif pada siang hari dan istirahat pada malam hari.

Jalan malem :

Jarak pandang terbatas karena gelap. Mata lebih cepat lelah karena melawan kantuk dan bekerja lebih keras, silau lampu dlsbnya.

Lebih sepi karena aktifitas sebagian besar orang sudah tidak lagi diluar rumah (sekolah, kantor, pasar rata-rata ramai pada siang hari). Lebih adem baik buat pengendara maupun buat motor sendiri.

Biasanya saya jalan malem sewaktu pulang itupun biasanya pada etape akhir, alasannya karena pemandangannya sudah pernah liat waktu berangkat, dan biar cepet sampai rumah.

Kalau tidak terpaksa saya tidak mau melakukan jalan malem pada waktu berangkat, karena tidurnya tidak cukup dibayar dengan tidur seharian pada hari berikutnya hehehe.

Jalan malem juga tidak disarankan apabila kita melintas didaerah yang rawan kejahatan.

Jalan Siang

Jarak pandang luas, bisa menikmati pemandangan dengan jelas.

Jalanan lebih ramai, dan panas. Umumnya lebih aman, kejahatan siang hari lebih sedikit dari malam hari (konon begitu katanya).

Tapi panasnya kadang menyebabkan kita cepat lelah.

  • Jalan Pegunungan VS Jalan Dataran Rendah

Jalan pegunungan dan jalan dataran rendah, pilihan ini contohnya untuk di pulau Jawa apakah akan lewat jalur Utara yang merupakan dataran rendah atau lewat jalur selatan yang pegunungan. Manapun yang dipilih kita harus memperhatikan hal-hal berikut ini.

Jalan Pegunungan

Jalan pegunungan biasanya lebih sepi, berkelok-kelok dan mendaki ataupun menurun, sulit untuk mengembangkan kecepatan maksimal. Namun memiliki pemandangan yang indah dan tidak membosankan. Pada saat melintasi kelokan-kelokan jangan pernah mengambil jalur lawan kita, usahakan kita tetap berada di jalur kita. Jadi jangan mengikuti racing line (lintasan ideal) seperti disirkuit, karena jalan raya bukanlah sirkuit.

Bunyikan klakson saat akan memasuki tikungan tajam yang ujungnya tidak terlihat, ini untuk memberi tahu kendaraan dari arah berlawanan bahwa kita ada diujung tikungan yang satunya.

Jika melintasi daerah pegunungannya malam hari, maka gunakan sinar lampu kendaraan lawan sebagai patokan bahwa ada kendaraan dari balik tikungan didepan kita.

Jika kabut turun didaerah pegunungan segera nyalakan lampu besar, bukan lampu dalam kota (lampu posisi), jangan nyalakan lampu hazard.

Cara lain untuk melintasi jalan pegunungan ini dengan nyaman adalah dengan membuntuti biker lokal. Biasanya biker lokal cukup hafal dengan kelokan-kelokan rute tersebut, sehingga dengan membuntutinya kita bisa lebih mudah melintasi daerah pegunungan ini. Tentu saja harus pilih biker lokal yang cukup cepat, kalo biker lokalnya kelihatan lebih bloon dari kita mending kita dahului aja.

Jalan dataran rendah.

Jalanannya datar, biasanya relatif lurus kalaupun ada tikungan biasanya merupakan tikungan cepat (fast corner) dan tidak setajam tikungan dipegunungan. Umumnya pemandangannya membosankan. Jarak pandang jauh dan luas.

Ketika melibas tikungan cepat, agar diperhatikan lintasannya, biasanya bagian dalam tikungan suka berpasir jadi kudu hati-hati jangan maen rebah aja. Juga harus diperhatikan ceceran solar atau oli. Umumnya ceceran solar atau oli lebih lama hilangnya dijalanan dataran rendah ini mungkin karena permukaannya yang rata. Sebaliknya kalo dipegungungan karena kontur tanahnya yang naik turun maka biasanya lebih cepat hilang karena tersapu air hujan.

Satu lagi yang harus diperhatikan adalah pada saat akan melintasi jembatan, umumnya permukaan jembatan ini lebih tinggi dari permukaan jalan, dan lagi-lagi umumnya tepat pada sambungan antara badan jembatan dan badan jalan selalu tidak rapi pemasangannya, sering kali ada lubang pokoknya tidak mulus dan rata.

Jadi sebaiknya kurangi kecepatan pada saat akan melintasi jembatan, jika tidak, motor bisa terbang, atau bisa juga menghantam lubang di sambungan jembatan tadi.

Satu kebiasaan saya yang ingin saya share disini pada saat di jalanan yang datar adalah saya senang memantain performa motor pada posisi optimum (bukan maksimum), disini saya selalu berusaha agar putaran mesin RPM tidak melebihi RPM pada torsi maksimum (torque maks).

Dalam spek motor kita biasanya dicantumkan mengenai Daya kuda maksimum dan torsi maksimum, kalau untuk scorpio Daya Maks = 19PS/8000rpm dan torsi mak = 1.86kgf.M/6500rpm. Nah saya selalu maintain cruising speed saya sedikit dibawah rpm dari torsi maks ini, dengan demikian konsumsi bahan bakar ada pada posisi paling optimum dan mesin juga tidak terlalu diforsir. Alhasil bensin irit dan mesin tidak overheated.

Untuk kecepatan yg dicapai pun tidak pelan, pada gigi 5 dan rpm disekitar 6.000 kecepatan Scorpio saya bisa mencapai 90-95 kpj, ini untuk dijalanan datar ya. Bagi saya ini cukup kencang dan dalam pengendalian juga cukup aman.

Nah untuk pembukitan silahkan cari spek motor anda dan coba terapkan cara ini lalu bandingkan konsumsi bensinnya jika anda pake gaya geber abiss, mana yg lebih boros.......

To be continued.........

Friday, November 24, 2006

Tips Solo Turing Bagi Biker Pemula #6


Solo Turing.

Bagi Biker Pemula #6


3.c Apa saja yang perlu dibawa (buat pengendara)

Pertanyaan diatas buat yang sering berpergian tentunya mudah saja, tapi buat yang belum biasa pasti agak bingung juga untuk memutuskan apa saja yang harus dibawa.

Karena daya muat motor terbatas bahkan sekalipun sudah ditambahi dengan bagasi namun tetap saja daya muatnya sangat terbatas. Untuk itu kita harus selektif dalam memilih barang yang akan kita bawa, sehingga bisa masuk kedalam bagasi yang ada dan tidak perlu menggunakan tas atau ransel tambahan yang bisa mengganggu kenyamanan kita berkendara.

Kuncinya adalah hanya barang-barang yang benar-benar kita perlukan dijalan saja yang kita bawa.

Daftar barang yang perlu dibawa adalah sebagai berikut :

  1. Pakaian

Bawalah pakaian yang praktis, dan ringkas, saya biasanya hanya membawa kaos-kaos T Shirt 4 – 5 buah, ini supaya mudah dilipat dan tidak makan tempat. Untuk pergi 5 – 6 hari saya hanya membawa dua celana jeans, satu untuk selama berangkat dan satu untuk pulang. Satu buah kain sarung untuk sholat jika celana saya kotor + sajadah tipis.

Satu sweater model kaos lengan panjang, gunanya selain untuk baju hangat dan sweater ini sekaligus bisa sebagai ganti jacket kalau jacket saya basah atau kotor.

Dua buah celana pendek biasanya saya gunakan untuk tidur.

Dua buah handuk ukuran sedang, kalau hotel menyediakan handuk maka saya pasti pakai handuk hotel.

Yang tidak bisa ditawar-tawar adalah pakaian dalam (CD) saya bawa full untuk ganti pagi dan sore setiap hari.

Jangan lupa bawa cadangan sarung tangan dan balaclava.

  1. Obat-obatan

Apabila kita mempunyai penyakit tertentu maka bawalah obat untuk penyakit bawaan kita tersebut.

Selanjutnya adalah obat-obatan umum

  • Obat sakit kepala, biasanya obat ini juga berguna untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri karena sakit gigi dan lain sebagainya.

  • Obat sakit perut, sebaiknya bawa yang punya sifat menyerap racun contoh norit dlsbnya. Obat sakit perut ini penting dibawa mengingat biasanya dalam perjalanan kita sering makan sembarangan.

  • Obat anti alergi, contoh CTM kita perlu bawa obat ini mana tau kita alergi makanan tertentu. Atau alergi karena hal lain.

  • Obat masuk angin, ini sangat populer untuk dibawa oleh biker maklum kena angin melulu.

  • Selanjutnya adalah P3K seperti betadine, plester luka, obat gosok, kapas, tisue basah.

  • Vitamin, ini diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh. (ini bukan suplemen penambah energie ya, tapi bener2 vitamin)

  • Obat tetes mata, penting kalau mata lelah ataupun iritasi karena debu jalanan maupun kelelahan.

  1. Uang

Seperti yang sudah diuraikan pada saat membahas budget, maka bawalah uang secukupnya. Tidak perlu membawa semua uang mulai dari awal start cukuplah uang sejumlah kebutuhan 2 hari kedepan. Selanjutnya bila butuh ambilah di ATM

Simpanlah uang di tempat yang terpisah, misal sebagian di dompet dan sebagian lagi dalam tas pakaian gunanya untuk berjaga-jaga apabila dompet hilang maka tidak seluruh uang menjadi hilang.

  1. Dokumen

Pastikan Surat Ijin Mengemudi (SIM) anda masih berlaku dan tidak tertinggal dirumah, demikian juga STNK kendaraan anda wajib dibawa, jangan bawa foto copy nya saja ini dianggap tidak sah oleh polisi.

KTP juga jangan lupa dibawa, mana tau ada operasi razia kependudukan seperti di Jakarta ini yang tidak bawa KTP didenda....hehehe

Surat Jalan dari kepolisian, sebenarnya ini perlu gak perlu sih, kalau bawa itu akan lebih sip lagi, apalagi kalo anda melintas didaerah rawan konflik, atau pas ada tawuran antar desa misalnya dengan adanya surat jalan dari kepolisian bisa menjelaskan siapa anda sebenarnya.

Daftar nomor telepon teman-teman klub motor anda dikota yang dituju atau dilintasi, ini akan sangat membantu jika motor anda mengalami masalah di jalan dan butuh bantuan, biasanya biker brotherhood antar temen di klub motor cukup kuat sehingga siap membantu kalau ada brothernya yang dalam kesulitan.

Kalau kita penggemar makan enak maka daftar tempat makanan yang enak di kota-kota yang akan kita lintasi juga layak dibawa.

Buka manual pemilik motor, sebaiknya dibawa karena disana ada cara-cara mengatasi kerusakan ringan, biasanya tercantum juga daftar alamat bengkel resmi motor anda diseluruh kota-kota di Indonesia.

Peta termasuk dalam dokumen yang harus dibawa, ini membantu kita untuk mengetahui posisi kita dan akan kemana selanjutnya, Jangan ragu untuk membuka peta pada saat istirahat ataupun makan, biasakan untuk mengevaluasi perjalanan kita setiap saat.

e. Gadget

Dalam era informasi seperti sekarang ini tampaknya hidup terasa ada yang kurang tanpa hadirnya peralatan Gadget ini. Karenanya jangan lupa bawa peralatan Gadget anda dalam setiap turing anda (HP, PDA, Ipod, Camera Digital, Cam Corder dlsbnya).

Jangan lupa bawa charger telepon genggam anda, plus jangan lupa isi pulsanya jika pakai kartu prabayar...hehehe, kalo pulsa abis kan sama juga boong....

Untuk yang gemar foto grafi sebaiknya bawa tripod camera anda supaya anda bisa leluasa mengabadikan setiap momen maupun pemandangan yang indah tanpa harus repot minta bantuan orang lain untuk mengambil foto anda.

Jangan lupa menyiapkan baterai cadangan ataupun charger baterainya.

Kira-kira itulah yang perlu dibawa dalam solo turing.

Untuk memudahkan biasanya saya membuat daftar periksa (Check List) dari semua barang yang akan saya bawa sehingga saya bisa mengecek mana yang belum saya bawa atau belum saya siapkan.


Wednesday, November 22, 2006

Tips Solo Turing bagi Biker Pemula #5


Solo Turing.

Bagi Biker Pemula #5

Persiapan Pengendara.

Selain motor maka sudah tentu pengandara baik Rider maupun Boncenger juga harus melakukan persiapan untuk melakukan solo turing ini.

3.a Kesiapan Fisik dan Mental

Kesiapan Fisik setidaknya menyangkut dua faktor yaitu pertama adalah kesehatan rider dan boncenger, yang kedua adalah ketahanan fisik rider dan bongcenger.

Kalau faktor kesehatan sih itu soal yang tidak bisa ditawar-tawar artinya kalau sedang tidak sehat sebaiknya turing di batalkan atau di tunda, jangan memaksakan diri untuk turing, resikonya terlalu besar.

Mengenai kesiapan Fisik dan mental dalam artian ketahanan fisik maka hal ini sangat diperlukan dalam melakukan solo turing. Mengingat perjalanan dilakukan secara solo dan memakan waktu yang cukup lama sehingga benar-benar dibutuhkan daya tahan fisik dan mental yang kuat. Untuk memperoleh kedua hal tsb sangat dianjurkan untuk melakukan latihan turing kecil terlebih dahulu.

Manfaat dari turing kecil ini adalah untuk mengetahui kemampuan diri kita sendiri, yg menyangkut daya tahan fisik seberapa lama kita mampu berkendaraan seharian dan termasuk efeknya terhadap mental kita, misal bosen, jenuh sehingga kemudian jadi emosi dan lain sebagainya.

Sedikit berbagi pengalaman sebelum saya melakukan solo turing saya yang pertama Jakarta – Surabaya pp sejauh 1.718km, maka saya melakukan beberapa turing kecil sebagai latihan.

Turing kecil yg pertama saya lakukan adalah rute Jakarta – Jonggol – Cianjur – Puncak – Jakarta, total jarak sekitar 220km. Turing kecil ini saya lakukan dengan anak saya (yg nantinya akan jadi boncenger pada turing yg sesungguhnya), dari turing ini saya mencoba melihat daya tahan saya dan juga daya tahan boncenger saya, sehingga kita bisa mengukur kemampuan diri kita sendiri.

Apalagi saat itu musim hujan sehingga kami juga bisa melakukan test jas hujan yg kami miliki, kemudian juga kombinasi treknya yang naik turun dan berkelok membantu saya mengenali karakter mesin motor dan handling stylenya.

Turing kecil berikutnya saya lakukan dengan berputar-putar di jalanan jakarta, pada siang hari yang panas, sama juga ini tujuannya untuk melatih dan mengenal daya tahan fisik dan mental rider + bongcengernya.

Demikianlah dengan melatih diri kita akan mengetahui kemampuan kita baik fisik maupun mental dan dengan sendirinya akan makin mantap dalam mempersiapkan solo turing kita.

3.b Perlengkapan Pengendara

Berbicara mengenai perlengkapan pengendara (Rider dan Boncenger), maka rumusnya adalah cuma satu yaitu keselamatan – Safety. Artinya perlengkapan yang digunakan haruslah yang memberikan tambahan tingkat keselamatan kepada si Rider or Boncenger dibandingkan jika tidak menggunakan perlengkapan tersebut.

Apa saja perlengkapan pengendara (Touring Gear) yang harus digunakan akan diuraikan dibawah ini :

  1. Helm

Helm yang direkomendasikan untuk dipakai dalam turing adalah helm Full Face, seminim-minimnya adalah Full Face untuk rider dan Half Face untuk boncenger.

Dilarang keras menggunakan helm cetok, karena helm ini benar2 tidak safety. Saya sengaja menggunakan kata2 dilarang keras, dan bukan kata2 tidak disarankan – dengan maksud menegaskan bahwa hal ini tidak boleh ditawar-tawar lagi, harga mati. Soalnya kalo sudah menyangkut urusan nyawa sudah seharusnya tidak ada toleransi, karena hidup atau mati kan gak ada toleransinya juga....gak mungkin kan setengah mati atau tiga perempat hidup. Mati ya mati, hidup ya hidup gitu loh maksudnya.

Pilihlah helm yang pas dikepala, sehingga nyaman dipakai, jangan pakai yang terlalu kecil karena nanti kepala kita serasa di press, sebaliknya jangan pakai yang terlalu longgar nanti oblak-oblak ketiup angin.

Pilihlah helm yang punya setidaknya standar SNI (Standar Nasional Indonesia – CMIIW), lebih baik lagi kalo yang punya sertifikat standar internasional atau luar negeri. Sudah barang tentu harganya lebih mahal.

Contohnya adalah helm-helm yg sudah bersertifikasi DOT (Departement of Transportation) untuk Amerika, atau sertifikasi ECE untuk Eropa ataupun sertifikasi yang dikeluarkan oleh SNELL Foundation. Bahkan menurut sumber dari internet seharusnya usia pakai helm adalah 5 tahun, jadi setiap 5 tahun sekali kita harus beli helm baru dan helm yang lama ini harus dihancurkan.

Gunakanlah kaca helm yang berwarna bening, memang benar kaca helm bening untuk siang hari akan terasa panas karena silau sinar matahari, namun pada saat malam hari ataupun pada saat hujan, kaca bening memberikan jarak pandang yang lebih baik. Lagipula dengan kaca bening mata kita masih bisa terlihat oleh orang lain sehingga masih bisa main mata.....hehehe (maksudnya eye contact gitu loh dengan pengendara lain)

Pakailah selalu Helm dengan rapi, artinya ikatkan tali helm pada pengancingnya dengan baik. Jangan biarkan talinya tidak terkancing dan kleweran berkibar-kibar kena angin, selain mengganggu pemandangan hal ini juga menyebabkan helm bisa tidak berfungsi dengan baik pada saat terjadi kecelakaan, misal helm terlepas dari kepala dan lain sebagainya.

  1. Balaclava

Ini adalah semacam penutup kepala yang mirip digunakan oleh para teroris atau oleh para Ninja kali ya. Kegunaan balaclava sendiri sebenarnya untuk menyerap keringat dikepala agar tidak langsung terserap ke busa helm, sehingga helm tidak lembab dan basah tetapi tetap kering dan nyaman.

Selain itu karena balaclava ini menutupi kedua telinga maka benda ini cukup efektif meredam dingin, ini saya rasakan sendiri saat kembali dari turing garut yang harus melintasi pegunungan pada tengah malam.

Demikian juga dengan asap dan debu bisa terkurangi kemungkinan terhisap oleh hidung disebabkan pengenaan balaclava ini.

Buat yang belum terbiasa mengenakan balaclava ini mungkin pada awalnya akan terasa tidak nyaman, tapi kalau sudah terbiasa malah pinginnya pake terus benda yang satu ini.

Pilihan balaclava bermacam-macam ada yang bahannya cukup tebal ada yang tipis, ada juga yg dilengkapi busa filter udara dibagian hidung.

Kebetulan saya memiliki kedua jenis balaclava ini, dan saya lebih suka pakai yang bahannya agak tipis karena agak lebih nyaman dikepala, kalau yang tebal dikepala jadi agak terasa ngepres ketika pakai helm. Tapi untuk nyerap keringatnya lebih baik yang agak tebal sih.

Jadi pilihannya tergantung anda sendiri. Mengenai harga cukup bervariasi yang saya punya harganya sekitar Rp 40 ribuan.

  1. Jacket

Jacket yang ada saat ini sangat beragam baik jenis bahan maupun modelnya. Dari bahannya saja bisa bermacam-macam misal Kulit asli, Kulit imitasi (kaleb?), Goretex, parasit, jeans, kain tebal dlsbnya. Namun konon dikalangan biker jacket yang terbaik tetap jacket kulit asli.

Bahan yang sedang naik daun saat ini katanya adalah Goretex, bahan ini konon cukup baik menahan angin tetapi tidak membuat tubuh jadi gerah, istilahnya bahan ini bisa bernafas (breathable).

Mengenai model sebaiknya pilih jacket yang kerahnya bisa menutupi leher kita, biasanya restletingnya sampai ke leher. Tujuannya agar bisa menahan terpaan angin dileher kita.

Pilihlah jacket yang sebisa mungkin bentuknya ketat dibadan, tidak longgar sehingga ketika dijalan jacket kita tidak menggelembung dan berkibar-kibar.

Lebih baik lagi jika dibagian-bagian tertentu jacket tersebut ada tambahan penguatnya (padding?) misal dibagian siku, dan bagian bahu. Mengenai harga semakin baik bahannya tentunya semakin mahal.

Saya sendiri saat ini hanya menggunakan jacket dari bahan kain tebal sebagaimana terlihat dalam foto. Pengennya sih beli yang lebih baik lagi (jacket kulit misalnya) tapi harganya itu yang gak kuat hehehe........

  1. Body Protector

Yang saya maksud dengan body protector disini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai rompi penahan angin (wind break), karena body protector yg sebenernya sih seperti yang ada di baju pembalap motor, ada punuk untuk melindungi tulang belakang segala.

Sebenarnya jika jacket anda sudah cukup mumpuni untuk menahan angin, maka body protector ini tidak seberapa diperlukan. Saya menggunakan body protector ini lebih untuk menahan terpaan angin, maklum jacket saya hanya terbuat dari kain. Selain itu dengan pakai body protector yang berbentuk seperti rompi ini penampilan jadi kelihatan lebih macho hehehe.

Bahan maupun model body protector pun bermacam-macam. Pilihlah yang sesuai dengan selera dan budget anda.

Yang saya gunakan saat ini terbuat dari bahan semacam kulit imitasi, dan dibagian punggungnya ada scotlite nya, harganya sekitar Rp 45.ribuan.

  1. Glove (Sarung Tangan)

Sarung tanganpun bahan dan modelnya bermacam-macam. Pilihlah yang modelnya adalah Full (jari-jari tertutup sepenuhnya) jangan yang half (ujung jari-jari menyembul dari glove). Memang benar tampilan yang half sangat impresif karena jadi seperti anak metal kalau kita pakai sarung tangan tersebut. Namun dari sisi safety sarung tangan half tidak sebaik sarung tangan full dalam memberikan perlindungan keselamatan.

Bahan yang digunakan sarung tangan ini bisa berupa kulit asli, kulit imitasi, kain, ataupun kombinasi kain dan kulit dan lain sebagainya.

Saya sendiri saat ini menggunakan sarung tangan merk Eiger yang terbuat dari kombinasi antara kulit dan kain. Saya suka menggunakannya karena sarung tangan ini ketat ditangan dan jari2 (sehingga mencet tombol hp masih gampang), bagian kulitnya (bagian telapak dan bagian bawah jari-jari) mengcengkram grip handel stang dengan baik - tidak licin, sedangkan bagian kainnya (bagian atas dan sisi jari2) memungkinkan angin menerobos – jadi tangan tidak gerah (panas). Dan yang terutama harganya cukup terjangkau Rp 50 ribuan waktu itu (th2005)

Saya sarankan sih kalau punya uang beli aja yang bagus, makin bagus berarti kan makin safety gitu loh.

  1. Celana Touring

Celana turing ini berguna untuk melindungi bagian bawah tubuh dari pinggang ke bawah (paha dan kaki) agar jika terjatuh dan bergesekan dengan aspal jalan maka gesekan tsb tidak sampai menggores kulit. Selain itu celana turing ini cukup baik untuk melindungi paha dan kaki dari terpaan angin, dan karena terbuat dari kulit imitasi untuk sekedar hujan rintik-rintik lumayanlah melindungi (tidak tembus). Bentuk celana turing seperti kaki celana sampai ke pinggang, terbuat dari bahan kulit imitasi, dibagian lutut diberi padding untuk perlindungan.

Contoh gambar celana turing dapat dilihat di web site baikerboi http://www.baikerboi.com/ silahkan kunjungi web site tersebut bila ingin membeli celana turing tsb.

Apakah kita harus menggunakan celana turing ini untuk bersolo turing? Jawabnya tidak harus, tetapi akan lebih safety jika memakainya. Saya sendiri punya celana turing namun saya belum pernah memakainya, saya cukup pakai celana jeans saja kalau pas turing. Karena saya merasa tidak terlalu nyaman jika menggunakan celana turing ini mungkin karena belum terbiasa atau karena ukurannya yang kurang pas.

  1. Safety Shoes

Guna melindungi kaki dari berbagai hal yang tidak diinginkan maka selama turing gunakanlah selalu sepatu. Yang terbaik adalah menggunakan sepatu yang memang dirancang untuk turing sepeda motor (bentuknya seperti sepatu boots terbuat dari kulit-mirip yg dipakai cowboy2 amerika). Jika tidak ada maka bisa menggunakan safety shoes. Pilihlah sepatu yang modelnya sampai menutup mata kaki, sebaiknya pilih yang tidak menggunaka tali sepatu.

Jika tidak punya juga safety shoes maka gunakanlah sepatu lainnya (misal sepatu olahraga – kets, sneakers dslbnya), yang terpenting kaki tertutup. Jangan menggunakan sandal gunung apalagi sandal jepit.

  1. Jas Hujan (hanya dipakai saat hujan)

Saya masukkan jas hujan ini sebagai turing gear, karena mau tidak mau jika hujan maka jas hujan ini musti dipakai untuk bisa meneruskan turing dalam kondisi hujan. Soalnya gak mungkin setiap kali hujan terus kita berhenti untuk berteduh baru setelah reda kita jalan lagi, kapan nyampainya?

Turing saya yang pertama dilakukan dalam musim hujan dan memang setiap hari kami kehujanan. Disinilah jas hujan menunjukan peranannya sebagai turing gear.

Pilihlah jas hujan yang terdiri dari dua pieces yaitu celana dan jas. Jangan menggunakan ponco sebagai jas hujan pada saat naek motor. Saya pernah melihat sendiri seorang biker jatuh karena ujung ponconya tersangkut ke gear rantai motor.

Pilihlah jas hujan dengan sistem jahitan hot press (sambungannya dilakukan dengan dipress bukan dengan dijahit).

Ukuran jas hujan sebaiknya juga disesuaikan, karena biasanya kita tetap menggunakan jacket kita pada saat menggunakan jas hujan ini maka cari jas hujan yang sedikit lebih besar. Jangan terlalu pas di badan karena nanti gerakan kita menjadi terhambat dan terasa tidak nyaman.



Monday, November 20, 2006

Tips Solo Turing Bagi Biker Pemula #4


Solo Turing. Bagi Biker Pemula #4

Pengunaan Bagasi

Dalam turing jarak jauh harus diusahakan sebisa mungkin rider maupun boncenger duduk senyaman dan sebebas mungkin, karenanya hindari rider ataupun boncenger terbebani dengan membawa ransel, ataupun tas selempang yang besar berisi barang-barang bawaan.

Untuk itu kita memerlukan penggunaan bagasi tambahan, berikut dibawah ini adalah beberapa bagasi yang biasa digunakan biker untuk mengangkut barang-barang bawaan nya.

Box Bagasi
Box bagasi yang tersedia dipasaran cukup beragam, beberapa merek yg lazim dijumpai antara lain adalah Givi, Kappa, dan Core Motor. Box bagasi ini tersedia dalam berbagai ukuran kapasitas muat dan bentuk.

Pilihlah box bagasi yang ukuran serta bentuknya yang sesuai dengan motor anda. Misal jangan menggunakan box yang terlalu besar untuk motor bebek anda, selain akan tampak aneh, box yg terlalu besar juga bisa mempengaruhi handling motor anda.

Beberapa produsen box bagasi melengkapi boxnya dengan tambahan stop lamp, jika memungkinkan belilah box yg sudah dilengkapi stop lamp ini. Hal ini memudahkan motor anda terlihat pada saat malam hari khususnya pada saat melakukan pengereman.

Selain kapasitas muat hal yang perlu diperhatikan dari pemasangan box bagasi ini adalah masalah bracket box atau dudukan box. Bracket ini menjadi penting karena benda ini lah yang mempertautkan box bagasi dengan motor, dimana bracket inilah yang nantinya akan memikul beban dari muatan dalam box.

Jadi sangat disarankan untuk memilih bracket yang kuat, dan pemasangannya harus benar. Pada saat ini ada dua jenis bracket yang beredar di pasaran yaitu bracket dengan sistem geser dan bracket tetap (fixed), yang manapun yang anda pilih pastikan bahwa bracket tersebut kuat dan terpasang dengan benar pada motor anda.

Pemasangan box yang benar menurut pendapat saya adalah sedekat mungkin ke arah riders, karena jika terlalu menjorok kebelakang akan mengganggu handling maupun manuver motor anda.

Untuk penataan barang dalam bagasi ini sebaiknya letakan barang yang berat dan jarang diambil dibagian dasar bagasi, selanjutnya barang yang ringan dan sering diambil diletakan dibagian atasnya.

Side Bag atau Sadle Bag
Side bag atau sadle bag adalah tas yang diletakan atau disangkutkan pada motor sedemikian rupa sehingga posisinya berada samping kiri kanan motor. Side bag biasanya digunakan untuk menempatkan pakaian rider dan boncenger. Side bag ini umumnya berupa tas/bag berbahan kain (soft) namun ada juga bagasi samping yang berupa box (hard) mirip box bagasi yg sudah dibicarakan diatas.

Yang akan saya ulas adalah side bag bukan side box. Saat ini sudah banyak beredar dipasaran side bag produksi dalam negeri sendiri. Modelnya meniru dari buatan luar negeri, tapi untuk kualitas tampaknya sih tidak kalah dengan yg dari luar negeri.

Harga dipasaran yang saya tahu berkisar Rp 250 ribu sampai dengan Rp 400 ribuan tergantung ukuran, model dan bahan kali ya. Yang saya pernah beli sih Rp 350 ribu.

Belilah Side Bag yang ruangnya bisa diperbesar (expandable) sehingga volumenya cukup untuk membawa pakaian rider dan boncenger selama 5 – 6 hari perjalanan.

Carilah Side Bag yang mempunyai pelindung hujan (rain cover), meskipun rain cover ini tidak benar-benar water proof 100%, namun setidaknya dengan adanya rain cover ini side bag tidak menjadi kotor kena cipratan air hujan. Saran saya meskipun ada rain cover sebaiknya pakaian dimasukan dalam kontong kresek dulu baru ditaruh dalam side bag, sehingga kita yakin hujan sederas apapun pakaian kita tidak akan kebasahan.

Pemasangan Side Bag diatas motor juga harus tepat, semua tali-tali strapnya harus terikat dengan benar. Letak Side Bag jangan sampai mengganggu dudukan kaki (foot step) boncenger, kasihan boncengernya tidak bisa meletakan kaki dengan nyaman.

Dasar Side bag jangan sampai bersentuhan dengan knalpot, pengalaman saya dari turing terakhir kemarin, side bag saya bolong terkena knalpot, untung saja tidak sampai terbakar. Padahal turing2 sebelumnya side bag saya juga sering bersinggungan dengan knalpot tapi tidak apa2. Jadi untuk menjaga hal2 yg tidak diinginkan sebaiknya dasar side bag jangan sampai kena knalpot.

Tank Bag
Tas tangki, jelas istilah ini merujuk pada tas yang diletakan diatas tangki jadi pastilah hanya untuk motor jenis sport, bukan untuk motor bebek. Saya belum pernah punya tank bag ini jadi tidak punya pengalaman dengannya makanya tidak banyak yang dapat saya ceritakan mengenai Tank Bag ini.

Dari berbagai sumber di internet cara peletakan tank bag ini ada dua macam, satu dengan tali strap, yang jenis kedua adalah dengan magnetic. Mana yang lebih bagus saya tidak tahu.

Contoh Gambar tank bag ataupun Sadel Bag dapat dilihat pada situs http://www.baikerboi.com, jika berminat membeli silahkan klik saja alamat situs tsb.

Cargo Net
Cargo Net atau jaring pengikat barang merupakan alat yang efektif untuk mengikatkan barang ke atas motor kita. Bahan dari jaring pengikat ini adalah tali elastis berbentuk jaring dengan pengait di ujung-ujung serta di tempat2 tertentu.

Penggunaan Cargo net ini sangat serba guna, karena bentuknya yang berupa jaring maka cargo net ini sangat efektif untuk mengikatkan barang yang bentuknya tidak beraturan, ataupun yang berbentuk membulat, seperti helm misalnya.

Penempatan cargo net ini juga cukup fleksilbel, saya seringkali menyungkupkan cargo net ini keatas tangki motor saya, sehingga saya bisa menyelipkan botol aqua ataupun meletakkan benda-benda lainnya dengan mudah diatas tangki motor saya.

Tali Elastis
Mirip seperti cargo net tali elastis atau kabel elastis (bungy cable) ini terbuat dari bahan elastis hanya saja bentuknya berupa kabel dengan panjang tertentu dan terdapat kait-kait pada kedua ujungnya.

Kegunaannya pun sama seperti cargo net hanya saja karena bentuknya yg seperti tali maka, tali elastis ini hanya efektif untuk benda-benda yang mempunyai bentuk kotak ataupun mendatar.

Tips Solo Turing Bagi Biker Pemula #3


Solo Turing.

Bagi Biker Pemula #3


b Apa Saja yang Perlu di Bawa?

Pada dasarnya barang yang kita bawa – yang berkaitan dengan motor dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu :

  1. Suku Cadang (Spare Parts)

  2. Peralatan (Tools)

Suku Cadang (Spare Parts)

Suku cadang yang perlu dibawa umumnya adalah suku cadang fast moving dan suku cadang yang kita perlukan untuk penyakit motor bawaan kita. Ada baiknya untuk komponen yg sudah dimodif kita membawa komponen orisinalnya, misal motor yg sudah ganti cdi racing ada baiknya kita bawa cdi standarnya, hal ini untuk antisipasi jika komponen modif tsb rusak maka segera bisa kita kembalikan ke standarnya.

Berikut ini adalah daftar suku cadang yang sebaiknya dibawa dalam solo turing :

  1. Bohlam Cadangan

Bohlam cadangan yang perlu disiapkan adalah bohlam untuk lampu depan (head lamp), lampu belakang (tail lamp) dan lampu sein.

  1. Sekring

Sekring siapkan sekring beberapa buah sesuai dengan jenis dan kapasitas yang digunakan di motor. Jangan cuma satu buah.

Jika terjadi sekring putus sebaiknya dicari tahu dulu penyebab sekring putus ini, apakah ada kabel yang korslet atau karena hal lain, soalnya jika langsung ganti sekring maka begitu motor distart biasanya langsung putus lagi sekringnya. Makanya perlu bawa lebih dari satu sekring.

  1. Kabel Kopling

Kabel kopling (tentunya buat motor yg pake kopling ya) walaupun usia pakai kabel kopling ini cukup lama, apalagi kalau sering kita rawat namun ada saatnya kabel ini menjadi aus dan putus. Masalahnya kita seringkali tidak tahu kapan si kabel ini akan putus, kalau putusnya pas turing maka tanpa kabel kopling motor kita jadi tidak berdaya. Jadi kabel kopling perlu dibawa. Saya sendiri bahkan juga bawa tuas kopling cadangan kalau yang ini buat jaga-jaga mana tau motor kita nyungsep dan tuas koplingnya patah, maka hal ini sama aja seperti kabel kopling putus.

  1. Kabel Gas

Sama seperti kabel kopling kabel ini jarang sekali putus, namun demikian jika putus pas turing maka kita bakal dibikin pusing tujuh keliling. Jadi kabel gas wajib di bawa, konon kabel gas yg fleksibel untuk dibawa adalah kabel gas vespa, hal ini karena ukuran panjangnya memadai untuk dipakai motor lain.

  1. Busi

Bawalah busi yang sesuai dengan tipe untuk motor kita.

  1. Olie Cadangan

Jika anda menggunakan olie khusus yang tidak disemua daerah bisa ditemukan dengan mudah, maka ada baiknya anda membawa oli cadangan, apalagi jika turing anda lebih dari 2.000km, ada baiknya lakukan penggantian oli pada saat turing. Ini untuk menjamin pelumasan mesin anda terlayani dengan baik oleh oli tsb. Tapi kalo oli yang anda gunakan mudah dijumpai dipasaran maka oli cadangan tidak perlu dibawa – bikin berat soalnya.

  1. Ban Dalem Cadangan

Ban dalem cadangan perlu dibawa apalagi untuk yg ban motornya menggunakan ukuran yang tidak lazim dipasaran, contoh skuter matic banyak yang menggunakan ban ukuran 16 (yamaha nuvo), ukuran 14 (mio), beberapa bahkan menggunakan ukuran 12. Contoh lain adalah untuk motor laki biasanya udah diubah ke ukuran ban yang lebih gambot dari standarnya, maka ban dalemnya biasanya agak sulit jumpai di pasaran. Untuk kasus-kasus seperti ini bawa ban dalem cadangan akan memecahkan masalah, terutama jika ternyata ban dalem yg bocor tdk bisa ditambal lagi.


Peralatan (Tools kit)

Peralatan yang perlu dibawa adalah peralatan yang kita perlukan untuk melakukan perbaikan2 kecil apabila terjadi kerusakan di jalan. Membawa terlalu banyak peralatan menyebabkan beban jadi berat dan jadi mirip bengkel berjalan, apalagi kalo kita cuma biker pemula yang gak ngerti mesin, mungkin bawa tambang buat narik motor mogok lebih efektif ketimbang bawa kunci-kunci komplit banget tapi kita gak tau mau buat apa.

Jadi peralatan yg dibawa harus bener2 selektif umumnya tool kit bawaan motor plus beberapa kunci sudah memadai. Saya sendiri membawa peralatan sebagai berikut dibawah ini :

  1. Tool Kit bawaan pabrik

Tool kit bawaan pabrik biasanya cukup memadai untuk perbaikan kecil pada motor kita.

  1. Kunci Ring untuk buka Roda kalau gak salah no 17 & 19

Kunci ini saya bawa untuk jaga-jaga kalau2 ditengah jalan ban motor saya kempes, maka daripada dorong berkilo-kilometer cari tukang tambal ban, mendingan rodanya yang saya lepas terus saya bawa naik angkot ketukang tambal ban, gitu kira-kira. Tapi alhamdulillah selama saya turing gak pernah ngalamin seperti itu, mudah2an turing2 selanjutnya juga jangan sampai kejadian deh.

  1. Kunci-kunci khusus

Maksudnya adalah kunci-kunci yg memang dirancang untuk membuka baut-baut tertentu ataupun biar baut tidak slek nantinya, contoh kunci L atau hex (CMIIW), kunci shock + tangkainya, shocknya beberapa ukuran saja tidak perlu semua misalnya untuk buka baut oli, kunci T ukuran 8 untuk buka baut tangki scorpio saya. Untuk motor tertentu kalau tidak salah ada kunci untuk menyetel kekerasan shock breakernya. Kunci-kunci khusus seperti ini sebaiknya dibawa.

  1. Alat buka ban

Bentuknya berupa 2 batangan besi sekitar 15 – 20 cm, diujungnya pipih dan agak melengkung berguna untuk mencungkil ban luar dari velg nya. Walaupun punya alat ini tapi saya sendiri belum pernah coba praktek membuka ban dengan alat ini. Yang ini sih optional saja, sifatnya tidak wajib bawa, tapi kalo punya ini bagus juga; bisa ganti ban dalem sendiri, tapi kudu bawa pompa sendiri ya....atau mini kompresor kali seperti punya saya.

  1. Lampu senter

Alat yang satu ini sangat diperlukan bila kerusakan terjadi pada malam hari.

  1. Gunting

Yang satu ini sering dilupakan padahal kadang sering banget dibutuhkan. Bawa aja yang ukuran kecil atau yang bisa dilipat.

  1. Tambang

Nah kalau yang ini dibutuhkan pada saat motor gak bisa dihidupkan alias mogok, satu-satunya cara ya ditarik aja ke bengkel terdekat dengan menggunakan tambang ini. Tambangnya bisa tambang apa saja yang penting cukup kuat, pengalaman saya tali pramuka juga bisa digunakan.

Selain spare part dan peralatan sebenernya ada lagi yang harus dibawa, ini saya kelompokan sebagai suplies dan umumnya kita butuhkan saat-saat tertentu saja. Contoh dari kelompok suplies ini antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Selotip listrik

  2. Lem Power Glue

  3. Lem Besi Epoxy

  4. Kabel ties - cari yg ukurannya agak panjang

  5. WD40 yang kecil aja

  6. Kantong Kresek barang 2 – 3 buah cukup, ukuran sedeng aja.

  7. dll

Nah kira-kira itu aja yg perlu dibawa, yang penting semua spare part, peralatan dan suplies tadi harus ditempatkan dalam kemasan yang rapi, serta mudah diambil pada saat dibutuhkan.

To be continued....



Sunday, November 19, 2006

Tips Solo Turing Bagi Biker Pemula #2


Solo Turing.
Bagi Biker Pemula #2

2 Persiapan Motor Untuk Turing

a Persiapan Motor untuk Turing

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan motor sehingga siap untuk diajak bersolo turing :

1.Kenali penyakit bawaan motor kita.

Biasanya setiap motor mempunyai penyakit bawaannya sendiri-sendiri, maka dengan mengenali penyakit bawaan motor ini diharapkan kita sudah harus siap dan tahu cara mencegah atau memperbaiki penyakit bawaan sang tunggangan. Misal jika penyakit bawaan motor kita adalah sering overheated (panas berlebihan), maka kita kudu sering berhenti dinginin motor dulu, atau pasang oil cooler atau alat lain yg bisa meredam demamnya mesin ini.

2.Lakukan servis motor

Stel klep, bersihkan dan seting karburator sebelum turing, hal ini sebaiknya lakukan seminggu sebelum turing sehingga jika setelan dirasakan masih belum enak masih ada waktu untuk menyetel ulang. Kalo jago nyeting pekerjaan ini bisa dikerjakan sendiri tapi kalo nggak jago ya kasih aja ke bengkel resmi atau bengkel kepercayaan anda. Kalo saya sendiri terus terang gak pernah ngoprek mesin makanya selalu diserahkan ke bengkel resmi.

3.Ganti olie motor sebelum turing,

Untuk lebih amannya ganti olie anda sebelum turing, walaupun mungkin oli dalam motor anda baru berumur 500km misalnya, hal ini setidaknya meyakinkan kita bahwa oli yg ada dimotor kuantitas dan kualitasnya terjamin – sehingga siap dibawa turing dan hati gak was-was.

4.Cek kelistrikan motor

Yakinkan bahwa aki dalam kondisi bagus, air aki tidak kurang, baut2 aki kencang, cek sambungan kabel apakah ada yg kendor. Cek semua fungsi lampu atau fungsi yang lainnya yang membutuhkan arus listrik, apakah bekerja semua dengan baik. Misal apakah lampu sein berkedip dengan normal, jika tidak mungkin komponen flashernya rusak atau ada hal lain. Klakson yang sember tidak nyaring mungkin disebabkan arus listrik yg tidak terpasok secara baik. Intinya kelistrikan harus dalam kondisi sehat kalau tidak, bisa-bisa turing kita dibuat repot karenanya.

5.Velg dan Ban.

Ban standar bawaan pabrik sebenarnya cukup mumpuni untuk dibawa turing – hanya kita harus paham karakter bawaannya misal apakah licin dikala hujan atau tidak, jadi kita bisa tetap waspada.

Jika alur ban sudah gundul sebaiknya ganti yang baru, jangan nekat turing dengan ban gundul terlalu berbahaya.

Untuk menghindari ban bocor ada dijual orang cairan anti bocor untuk dimasukan dalam ban, namun ada yang bilang adanya cairan dalam ban ini menyebabkan handling motor kurang enak, entahlah wallahualam – saya sendiri dulu pernah menggunakan cairan semacam ini tapi karena tetap bocor (konon cairan ini hanya efektif untuk yg menggunakan ban tubeless, yg menggunakan ban dalem tetep aja bocor) maka saat ini saya tidak menggunakan cairan semacam itu lagi, mengenai efek ke handling sih kayaknya biasa aja tapi entah kalo dimotor lain.

Mengenai Velg, kalau saya pribadi bilang pelek jari-jari jauh lebih aman untuk dibawa turing. Velg Racing apalagi yang racing-racingan (Variasi) rasanya tidak terlalu aman untuk dibawa turing.

Maklum jalanan di Indonesia tau sendiri kan kondisinya banyak lubang dijalan. Sebaliknya velg racing itu dirancang untuk disirkuit (namanya aja velg racing), dan mana ada sirkuit yg berlubang-lubang – kecuali sirkuit motocross kali ya... dengan demikian sangat kontradiktif antara fungsi velg racing yg memang di desain untuk jalanan mulus dengan kondisi jalanan turing yang akan dilalui.

Dan sudah terbukti dari pengalaman beberapa teman-teman yang mengalami velg racingnya retak atau bahkan pecah setelah menghajar lubang jalanan dalam kecepatan tinggi.

Sebenernya tidak ada yang salah dengan velg racing, apalagi kalo itu dari bawaan pabriknya sono sudah pake velg racing, yang salah ya kondisi jalanannya. Jadi kalo mau tetep mempertahankan velg racing untuk turing, maka harus jago menghindari lubang, atau kalo kena lubang juga sebaiknya jangan dalam kecepatan tinggi.

Untuk penggunaan velg jari-jari sebaiknya sebelum turing lakukan penyetelan velg dulu. Ini dimaksudkan agar lari motor stabil.

Jika bearing roda sudah oblag sebaiknya ganti sekalian pada saat setel velg ini. Demikian juga karet gear (damper) jika sudah tidak ngepress lagi sebaiknya ganti atau bisa juga dilapis dengan karet ban dalem (ini kalo mau ngirit ya).

Pekerjaan lain lagi yang dapat dilakukan selagi setel velg ini adalah ganti kampas rem. Untuk kampas rem sebaiknya jangan beli yang abal-abal ini urusannya terkait dengan keselamatan dan nyawa kita jadi jangan ambil resiko.

Tuhkan dengan setel velg dua – tiga pulau terlampaui eh salah dua – tiga pekerjaan sekaligus bisa dilakukan dan hasilnya kita yakin bahwa ban dan velg juga rem tidak bermasalah – siap diajak turing.

Khusus untuk Yamaha Scorpio, waktu pelek dibongkar bisa sekalian ngecek arm relay dan conrod kaki-kaki belakang scorpionya. Silahkan dibongkar dan kasih gemuk kalo masih bagus, kalo udah oblag ya baiknya diganti.

6.Tentang Knalpot
Memang benar dengan knalpot racing performa motor bisa terdongkrak, dan suara mesin terdengar gahar, tapi banyak juga yang cuma suaranya aja kayak kaleng rombeng tapi larinya gak ada – yg kayak gini mendingan copot aja dah. Apalagi konon dibeberapa daerah ada aturan yang melarang penggunaan kenalpot racing ini. Karena aturannya sendiri tidak jelas maka bisa saja hal ini mengundang polisi iseng untuk menyetop motor kita dan memper-masalahkan tentang kenalpot ini, kalo udah gini kita sendiri yang nantinya jadi repot.

Belom lagi kita tidak tau adat istiadat masyarakat di daerah yang akan kita lalui, jangan sampai begitu lewat suatu kampung kita ditimpukin orang sekampung, gara-gara suara kenalpot kita yang mengganggu ketenangan kampung tersebut.

Jadi sebaiknya lah sebagai pelintas atau pendatang bersikap sopan dan menjaga ketenangan. Untuk itu sebaiknya kenalpot racing di istirahatkan dulu ganti ke standar, kalau mau pake juga sebaiknya suara kenalpotnya di bekap – pake apaan gitulah. Yang penting jangan meraung-raung gitu.

Lagipula dengan mengembalikan ke knalpot standar konsumsi BBM bisa jadi lebih irit.

7.Tentang Kaca Spion
Kaca yang satu ini sering kali dianggap membuat tampilan motor jadi culun, makanya banyak biker yang mencopot kaca spion ini, atau menggantinya dengan kaca spion variasi yang dipandang lebih cocok dan terkadang imut2 serta ala kadarnya.

Padahal fungsi kaca spion ini tidak main-main, gunanya adalah untuk memantau posisi kendaraan lain dibelakang kita. Tidak memantau posisi kendaraan lain dibelakang sering kali menjadi penyebab kecelakaan yang dialami pengendara motor. Hal ini karena jalanan adalah milik kita bersama, disana ada berbagai kendaraan yang menggunakan jalan secara bersamaan dengan kita. Sehingga kita wajib mengetahui posisi kita terhadap posisi kendaraan lain khususnya yang berada dibelakang kita.

Untuk turing sebaiknya kembali pasang kaca spion standar bawaan motor, kemudian atur posisinya sehingga bisa melihat kendaraan di belakang kita. Dari salah satu sumber yang saya baca mengatakan bahwa ukuran ideal posisi kaca spion ialah jika bayangan yang telihat di kaca spion 80% nya adalah situasi dibelakang bikers, sedangkan 20% adalah tubuh biker itu sendiri.

Apabila tetap ingin mempertahankan spion variasi, maka sebaiknya diatur posisinya sehingga dapat memantau posisi kendaraan dibelakang.

Satu hal lagi yang mesti dipahami mengenai kaca spion ini yaitu masalah blind area, atau area yang tidak ter-cover oleh kaca spion, contoh dari gambar diatas posisi motor berada di blind area dari mobil sedan, jika sipengemudi mobil melihat ke spion kirinya maka tidak akan tampak adanya motor di kaca spionnya. Ini bisa membahayakan jika tiba2 sipengemudi membelok ke kiri.

Sebaiknya kita mesti waspada bila posisi motor kita berada di blind area ini. Jika kita masuk ke blind area suatu kendaraan dan pada saat itu kita sedang ingin mendahuli atau berjalan beriringan dengan kendaraan tersebut maka salah satu cara untuk memberitahukan keberadaan kita adalah dengan membunyikan klakson.

Untuk mengetahui apakah kita masuk atau tidak dalam blind area suatu kendaraan, adalah dengan cara melihat ke kaca spion kendaraan ybs, jika kita bisa melihat sipengemudi maka seharusnya sipengemudi juga bisa melihat kita, artinya kita tidak dalam posisi blind area.

To be continued..........